Kamu tahu.

Betapa saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan kamu. Terlebih lagi bahwa saya bisa bersama dengan kamu.

Saya bahagia diberikan kesempatan untuk mencintai kamu saat ini, dan mencintai kamu seluruhnya.

Iya kamu benar.

Saya bahagia bisa menjadi botol kosongmu. Yang menampung setiap keluh kesah kamu, tanpa peduli seberapa bau atau seberapa pekat. Yang ketika penuh, aku tutup botol yang kini penuh itu lalu aku taruh di pangkuanku. Yang akan tetap saya simpan ketika kamu belum siap, atau yang akan saya buang ketika kamu sudah menyelesaikannya.

Tetaplah terus bersama saya.

Tetaplah terus menangis di pundak saya.

Tetaplah terus mengeluh dan mengekspresikannya pada saya.

Karena seperti yang kamu bilang, saya ingin tetap menjadi satu-satunya orang di mana kamu bisa bercerita tentang apapun – bahkan seburuk apapun itu.

Karena ketika kamu selesai bercerita, seperti biasa saya akan bilang,

welcome back home…

Advertisements