Maaf, ketika kemarin kamu pulang ke rumah, dan kamu menemukan rumah itu berantakan.
Maaf, ketika kemarin kamu mencoba mengisi botol kosong itu, dan botol itu terlalu penuh dan kotor.
Maaf, ketika kemarin kamu mau menyalakan pendingin ruangan, dan suhunya tidak dapat turun lebih jauh lagi.

Maaf, maaf sekali soal itu. Maaf saya tidak sekuat yang kamu perlukan. Maaf saya tidak sebaik yang kamu butuhkan.

Ketika kamu menjadi tidak yakin lagi, it’s okay.
Ketika kamu menjadi cemas lagi, gapapa.
Ketika kamu menjadi tidak percaya lagi dengan saya, it’s okay gapapa banget.

Itu semua tidak akan menghambat saya untuk bisa terus menemani kamu. Itu semua tidak akan menghalangi saya untuk bisa terus menjaga kamu. Saya tahu dengan kelemahan yang saya miliki. Saya tahu dengan kekurangan yang saya geluti. Saya paham bahwa ternyata saya tidak sekuat dan sebaik itu.

Tetapi di atas kekurangan itu, di atas kelemahan itu, saya akan terus melangkah maju. Demi Tuhan, saya ingin mengatasi segenap kekurangan dan kelemahan itu. Karena yang saya mau hanya menemani kamu, menjaga kamu, setiap saat.

Saya akan meyakinkan kamu, lagi dan lagi.
Saya akan membuat kamu percaya, lagi dan lagi.
Seperti saya mencintai kamu, lagi dan lagi.

Saat ini, rumah itu sudah kembali bersih dan rapi.
Sekarang ini, botol itu telah kosong kembali.
Detik ini, selimut dan pendingin ruangan sudah siap untuk dipakai berulang kali.

Pulanglah.
Dan saya akan memeluk kamu dengan erat.

Pulanglah.
Saya ada di sini buat kamu.

Advertisements